Harga Beras Melambung Tinggi Jelang Lebaran, Begini Penjelasan Bulog

Ilustrasi beras Bulog/Net

Jelang lebaran kondisi kelangkaan dan melambungnya harga pangan seperti beras dan komoditas lainnya menjadi fakta musiman. Terlebih pada saat pandemik virus corona baru (Covid-19) seperti saat ini.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan bahwa pihaknya sudah ditugaskan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan seperti beras, gula dan kebutuhan lainnya.

Memasuki musim panen di tengah pandemik Covid-19, permintaan pasar meningkat tajam. Akibatnya harga beras pun melambung tinggi diatas harga ecerean tertinggi (HET).

"Musim panen saat ini suplai berlimpah dan harusnya harga (beras) turun, tapi faktanta harga beras masih di atas HET, karena permintaan yang tinggi," demikian penjelasan Tri saat menjadi narasumber dakam diskusi daring yang digelar P2N-PBNU, Senin (18/5)/

Tri Wahyudi menyebutkan bahwa Bulog sudah diminta oleh Kementerian Perdagangan untuk menjual beras sebanyak 2 ribu ton per hari. Tetapi karena permintaan pasar yang tinggi selama musim pandemik Covid-19 ini Bulog justru telah menjual 4-5 ribu ton per hari.

"Ini bukti permintaan tinggi sekali. Kenapa? Karena Kementerian/Lembaga melaksanakan program bantuan sosial yang sebagian isinya beras," demikian paparan Tri.

Kendala lainnya, disampaikan Tri adalah di lapangan aksi menyimpan gabah yang dilakukan oleh para petani. Tujuannya untuk menjamin stok rumah tangga menghadapi pandemik Covid-19 ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU), Choirul Saleh Rasyid mengatakan, kegiatan diskusi tenatang pangan ini dilakukan karena bertepatan dengan masa pandemik. Temuan di lapangan kelangkaan bahan pangan masih terjadi, terutama menjelang hari lebaran.

Kata CSR -sapaan akrabnya- harga di pasaran sebesar Rp12.000-12150, sedangkan HET yang sudah ditentukan pemerintah untuk Jawa, Sumatera, Bali, NTB dan Sulawesi adalah Rp 9.450. Dilapangan  

"Di berbagai daerah banyak terjadi kelangkaan pangan beberapa komoditas seperti beras gula dan lainnya. Kami ingin tahu bagaimana Kemendag dan Bulog melakukan operasi pasar supaya harga bisa tertekan, yang sering kita dengar saat ini melonjaknya harga gula dan komoditas lainnya," demikian kata CSR.

Kolom Komentar


Video

Risma Sesalkan Mobil Tes PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Petani Sawit Semakin Tertekan, Presiden Jokowi Harusnya Tidak Selalu Turuti Sri Mulyani
Ekbis

Petani Sawit Semakin Terteka..

30 Mei 2020 12:56
IMF: Sulitnya Peroleh Data Akurat Indikator Ekonomi Saat Pandemik, Salah Satunya Karena Adanya Aturan Lockdown
Ekbis

IMF: Sulitnya Peroleh Data A..

30 Mei 2020 07:10
Inovasi bank bjb, Setor Pajak Kendaraan Di Kepri Bisa Via Indomaret Dan Bukalapak
Ekbis

Inovasi bank bjb, Setor Paja..

29 Mei 2020 13:38
Tetap Produktif Di Masa Covid-19, BTN Tawarkan Program Ketupat Beruntung
Ekbis

Tetap Produktif Di Masa Covi..

29 Mei 2020 12:06
Rachmat Gobel: Indonesia Butuh Masuknya Investasi Asing
Ekbis

Rachmat Gobel: Indonesia But..

29 Mei 2020 10:37
Kemenaker: 336 Perusahaan Diduga Langgar Aturan Pembayaran THR
Ekbis

Kemenaker: 336 Perusahaan Di..

28 Mei 2020 21:51
PKPU Jalan Terbaik Selesaikan Masalah KSP Indosurya
Ekbis

PKPU Jalan Terbaik Selesaika..

27 Mei 2020 09:16
Mulai Buka Tanggal 5 Dan 8 Juni, Setiap Mall Di Jakarta Punya Tim Pengendali Covid-19
Ekbis

Mulai Buka Tanggal 5 Dan 8 J..

27 Mei 2020 02:25