Masih Banyak Blind Spot, Komisi VI: Telkom Harus Gas Lagi! Saat Ini Semua Orang Pakai Internet

Ilustrasi Tower BTS/Net

Saat ini semua orang lebih banyak melakukan aktivitas di rumah. Bekerja dari rumah dan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Kondisi ini membuat banyak orang bertumpu pada jaringan internet.  

Menyoroti perubahan aktivitas masyarakat di Indonesia yang memanfaatkan jaringan internet ini, Komisi VI DPR RI menekankan perlunya kesiapan PT. Telkom Indonesia dalam komitmennya mengalirkan jaringan telekomunikasi ke seluruh negeri.

Saat ini mestinya menjadi momen yang pas bagi PT. Telkom hadir memberikan pelayanan maksimalnya untuk masyarakat.

Namun, nyatanya daerah di seluruh pelosok negeri dari barat hingga timur Indonesia masih banyak yang memiliki blind spot (daerah di luar jangkauan), sehingga masyarakat kesulitan mengakses internet untuk beraktivitas secara virtual. Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung dalam rapat Komisi VI DPR dengan direksi PT. Telkom Indonesia dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara secara virtual, dan disiarkan.

“Itu misalnya di Sumatera Utara, di daerah Danau Toba yang merupakan area destinasi wisata pun masih banyak blind spot, ini kita temukan waktu Komisi VI melakukan Kunker Reses ke Sumut itu dilaporkan masih banyak sekali blind spot itu kalau tidak salah sekitar 200 titik. Nah ini kan harusnya momentum untuk lebih giat lagi dalam bekerja,” terang Martin.

Begitu juga dengan warga yang berasal dari timur Indonesia yang sangat sulit mendapat akses internet.
 
“Kita ‘gas’ ini PT. Telkom, karena memang ini saatnya. Mau kapan lagi. Ini saatnya ketika semua orang harus memakai internet. Bisa disediakan misalnya kerja sama dengan penyedia handheld itu ada paket bundle yang murah, yang bisa diakses setiap orang. Harus yang ekonomis, tetapi bisa digunakan melakukan aktivitas belajar online, itu bisa disediakan oleh PT. Telkom,” ujar Martin.
 
Anggota Komisi VI DPR RI Henrik Lewerissa dari dapil Maluku juga mempertanyakan komitmen PT. Telkom karena aktivitas warga di Maluku saat ini sudah melek internet namun harus tersendat karena jaringan yang tidak maksimal. Ia pun meminta PT. Telkom untuk segera menambah tower-tower base transceiver station (BTS) di Maluku agar masalah ini dapat diatasi.
 
“Banyak sekali pulau yang penghuninya ada, pasarnya ada, demand-nya ada, tapi BTS tower tidak ada, jasa internet tidak ada, jaringan tower tidak ada. Ini kan sangat memprihatinkan sekali,” katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35