Imbas Covid-19, BNI Berikan Kebijakan Kualitas Aset dan Restrukturisasi Kredit

Ilustrasi/Net

PT BNI (Persero) akan mengatur beberapa kebijakan kepada para debiturnya. Tujuannya untuk mendukung program stimulus perekonomian nasional.

Kebijakan ini berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 11/POJK.03/2020, yang menjadi kebijakan countercyclical dampak dari penyebaran virus corona atau covid-19.

"Kami sepenuhnya mendukung program ini yang berlaku dari tingkat nasional sampai lokal," kata Head of Region BNI Wilayah Manado Koko Prawira Butar-Butar di Manado, Senin (23/3).

Prawira mengatakan, stimulus tersebut efektif berlaku pada 21 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021.Stimulus itu akan mengatur tentang kebijakan penetapan kualitas aset dan kebijakan restrukturisasi kredit dengan sasaran antara lain debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19.

"Termasuk debitur usaha mikro, kecil dan menengah. Selain itu POJK ini juga memberikan keringanan kepada kredit yang direstrukturisasi," ujarnya.

Lebih jauh Prawira menjelaskan, khusus debitur bank yang terkena dampak covid-19, status kreditnya bisa saja ditetapkan lancar kendati sedang dalam tahap penurunan kualitas kredit.

Namun menurut Prawira hal tersebut bisa diberlakukan sesuai masa waktu yang ditetapkan POJK, dan hanya berlaku untuk kredit yang telah disalurkan kepada debitur terdampak covid-19.

Dengan adanya pandemi virus Covid-19 itu,  Prawira menyebutkan dampak signifikan terhadap tekanan perekonomian global.

"Indonesia juga tak lepas dari efek ini. Dampak perekonomian langsung menyerang sektor rill, investasi, dan manufaktur," ujarnya.

Prawira mengaku, dengan adanya permasalahan tersebut, BNI akan terus berkoordinasi dengan OJK, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap risiko-risiko yang akan timbul baik dari sisi operasional, maupun layanan perbankan terutama resiko kredit.

"Permasalahan ini akan berdampak pada kinerja dan kapasitas debitur, serta bisa meningkatkan risiko kredit yang nantinya berpotensi mengganggu kinerja perbankan maupun stabilitas sistem keuangan," ungkapnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42