Buntut Pemblokiran Rekening Saham Jiwasraya, Muncul Satu Lagi Perusahaan Asuransi Yang Gagal Bayar

Jiwasraya/Net

Kasus mega korupsi Jiwasraya akhirnya berdampak kepada PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life. Perusahaan ini mulai diterpa gagal bayar karena terseret dalam proses penyidikan.

Dalam proses penyidikan kasus Jiwasraya, telah terjadi pemblokiran rekening efek milik Wanaartha Life oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung). Akibatnya, perusahaan ini mengalami gagal bayar kepada nasabahnya atas klaim yang telah jatuh tempo.
 
Sebagai solusi dan untuk memberikan rasa aman kepada para nasabahnya, Wanaartha Life telah menawarkan perpanjangan polis.
 
Manajemen juga telah menerbitkan pemberitahuan resmi terkait hal ini untuk para pemegang polis.

"Telah timbul kejadian di luar kendali kami (Wanaartha Life) yang menyebabkan keterlambatan dalam pemenuhan kewajiban klaim asuransi yang telah jatuh tempo."

Pemberitahuan itu dikisahkan salah satu nasabah yang belum mau diungkapkan namanya, Kamis (13/2). Manajemen, sebut nasabah itu, juga telah menyertakan alasan keterlambatan pembayaran klaim karena terkait proses penyidikan.

Manajemen Wanaartha telah melakukan klarifikasi kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pemblokiran rekening saham tersebut dan meminta agar blokiran segera dibuka.

Namun, pembukaan rekening tersebut memerlukan klarifikasi kepada Kejagung.

Direktur Keuangan Wanaartha Life Daniel Halim terpaksa diperiksa Kejagung terkait dengan rekening saham yang diblokir serta keterkaitan dengan kasus Jiwasraya.

Akibatnya pemblokiran rekening saham tersebut, Wanaartha Life tak bisa menjual portfolio efek yang dimiliki dan berujung gagal bayar.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Erick Thohir Bocorkan Tujuan Utama Program Indonesia Tumbuh
Ekbis

Erick Thohir Bocorkan Tujuan..

15 Agustus 2020 13:29
Ekonom: Pengelolaan APBN Yang Tidak Pasti Bisa Jadi Tempat Bersembunyi Setan-setan
Ekbis

Ekonom: Pengelolaan APBN Yan..

15 Agustus 2020 13:15
Defisit Anggaran Lebih Dari 3 Persen Dalam UU Keuangan Negara Diprediksi Sampai 2024
Ekbis

Defisit Anggaran Lebih Dari ..

15 Agustus 2020 10:39
BTN Pimpin 40 Persen Pasar KPR Nasional
Ekbis

BTN Pimpin 40 Persen Pasar K..

14 Agustus 2020 19:00
Ekonomi Terjun Bebas Hingga 17,1 Persen Untuk Kuartal II, Malaysia Masih Optimis
Ekbis

Ekonomi Terjun Bebas Hingga ..

14 Agustus 2020 15:42
Konsumsi Dalam Negeri Anjlok, Pemulihan Dampak Ekonomi Covid-19 Di China Jadi Lamban
Ekbis

Konsumsi Dalam Negeri Anjlok..

14 Agustus 2020 11:03
Sektor Swasta Perlu Berkontribusi Dalam Perubahan Iklim Di Tengah Pandemik Covid-19
Ekbis

Sektor Swasta Perlu Berkontr..

14 Agustus 2020 00:57
Semangat Baru Layanan BTN Di Era Pandemi
Ekbis

Semangat Baru Layanan BTN Di..

13 Agustus 2020 17:05