Maksimalkan Potensi, KKP Tetapkan Meranti Sebagai Pusat Budidaya Kakap Putih Nasional

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edy Prabowo/Istimewa

Kabupaten Meranti, Riau resmi dijadikan sebagai kawasan pengembangan budidaya kakap putih nasional. Hal tersebut tertuang dalam nota kesepakatan antara Ditjen Perikanan Budidaya, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Daerah Kabupaten Meranti.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengungkapkan, pemilihan tersebut selain karena Meranti memiliki potensi pengembangan besar, juga karena tingginya komitmen Pemda terhadap upaya percepatan pembangunan perikanan di daerahnya.

"Kami telah menangkap komitmen dan harapan daerah melalui Bupati tentang bagaimana mendorong budidaya laut di Kabupaten Meranti mengingat potensinya yang sangat besar. Maka, kita buat kesepakatan bersama dengan memilih komoditas kakap putih sebagai unggulan," ujar Slamet dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/2).

Pemilihan kakap putih sebagai komoditas unggulan, jelas Slamet lantararan ikan jenis ini punya pangsa pasar yang luas dan bisa didorong untuk menghasilkan devisa.

Sejatinya, potensi indikatif budidaya laut secara nasional mencapai 12,1 juta hektare dengan potensi nilai ekonomi diprediksi hingga 150 miliar dolar AS per tahun. Namun demikian, saat ini pemanfaatan potensi budidaya laut masih kurang dari 10 persen. Hal ini akan menjadi PR besar dalam 5 tahun mendatang.

"Untuk komoditas budidaya laut, khususnya kakap putih, orientasi kita memang akan lebih fokus bagi kepentingan ekspor seperti ke China, Taiwan, Jepang, AS, dan Uni Eropa. Kawasan yang akan kita kembangkan di Meranti akan menjadi pilot project nasional, nanti kita lihat hasil proses bisnisnya seperti apa," tegasnya.

Di sisi lain, penetapan kawasan budidaya kakap putih di Kabupaten Meranti diharapkan akan memicu daerah lain menerapkan model serupa.

"Kita akan pastikan ada multi stakeholders yang terlibat, mulai dari hulu hingga hilir. Termasuk nanti bagaimana membangun jejaring pasar, baik untuk lokal maupun ekspor," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Langgar Aturan, Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Boyolali

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Batal Divaksin Pertama, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Saat-saat HRS Dipindahkan

Kamis, 14 Januari 2021

Artikel Lainnya

AS Larang Impor Kapas Dan Tomat Xinjiang Gara-gara Isu HAM, China: Ini Kebohongan Yang Dibuat-buat
Ekbis

AS Larang Impor Kapas Dan To..

16 Januari 2021 08:01
Positif Dan Momentumnya Pas, Merger Gojek-Tokped Bakal Untungkan UMKM Dan Konsumen
Ekbis

Positif Dan Momentumnya Pas,..

15 Januari 2021 11:12
Menuju Citarum Jernih, bank bjb Sebarkan 2,5 Ton Benih Ikan
Ekbis

Menuju Citarum Jernih, bank ..

14 Januari 2021 19:23
Penjelasan Lion Air Soal Penerbangan JT-684 Rute Jakarta-Pontianak Mendarat Di Batam
Ekbis

Penjelasan Lion Air Soal Pen..

14 Januari 2021 17:32
Ekspor China Melesat Naik Di Saat Dunia Darurat Corona
Ekbis

Ekspor China Melesat Naik Di..

14 Januari 2021 13:38
Tempe Instan, Cara Mudah Memproduksi Olahan Sendiri
Ekbis

Tempe Instan, Cara Mudah Mem..

13 Januari 2021 18:24
Peluang Usaha Baru: Eksis Dengan Usaha Kue Kering Berbahan Dasar Tempe
Ekbis

Peluang Usaha Baru: Eksis De..

13 Januari 2021 16:06
Tidak Tergantung Dengan Kedelai, Pengusaha Ini Sukses Dengan Bisnis Tempe Koro Dan Kacang Hijau
Ekbis

Tidak Tergantung Dengan Kede..

13 Januari 2021 13:43