Airlangga: Perdagangan Bebas Indonesia - Australia Bisa Bantu Neraca Dagang Yang Defisit

Jumat, 07 Februari 2020, 08:26 WIB
Laporan: Reni Erina

Muatan Ekspor Barang/Net

RUU Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah disahkan menjadi UU. Pengesahan dilakukan oleh DPR dalam Rapat Paripurna, Kamis (6/2).

Dengan pengesahan ini, harapan pemerintah untuk menjadikan Indonesia rantai pasok global bisa tercapai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin dapat memenuhi harapan tersebut. Saat ini, Airlangga tengah merencanakan ekspor bahan bakar mineral Indonesia ke Australia.

Airlangga menyatakan neraca dagang dalam negeri dengan Negeri Kanguru masih defisit. Artinya, Indonesia lebih banyak impor dari Australia. Diharapkan dengan perjanjian perdagangan bebas Indonesia- Australia bisa membantu. Sehingga menjadi tidak defisit lagi, walaupun tidak bisa instan.

"Ekonomi Australia berkaitan dengan jasa dan mineral lalu batu bara. Kuartal IV 2019, sektor mineral kan turun, tentu diharapkan dengan pengesahan undang-undang ini, IA-CEPA, bisa membantu," terang Airlangga, Kamis (6/2).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia sebesar 8,6 miliar dolar pada 2018 lalu. Dengan prediksi pertumbuhan 17-19 persen, maka nilai perdagangan Indonesia-Australia bisa menembus 10 - 10,2 miliar dolar.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020