Sandi Berharap Pemerintah Proteksi Startup Dalam Negeri

Sandiaga Uno (kanan)/RMOL

Industri ekonomi Indonesia sudah memasuki era digital 4.0 yang serba terbuka, cepat dan bersaing ketat. Dibutuhkan kualitas SDM yang tahan banting dan memiliki kreativitas dan semangat berjuang yang tinggi.

Pengusaha yang juga politisi Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sudah saatnya generasi milenial memikirkan masa depan bangsa dimana mereka akan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dalam beberapa tahun ke depan.

"Milenial harus terus mengasah intuisi, kreativitas dan wawasan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba cepat," ujar mantan calon wakil presiden itu saat berbagi inspirasi di ajang Indonesia Millenials Summit, akhir pekan lalu.

Saat ini, Indonesia sedang dalam proses memasuki bonus demografi di 2025–2030. Jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan terus meningkat dari 238,5 juta pada 2010 akan menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035.

Bonus demografi membuat penduduk usia produktif yang berpotensi menggerakkan ekonomi Indonesia semakin besar. Diperkirakan pada 2045, pemuda usia produktif saat ini akan menjadi generasi emas. Mereka inilah yang akan menggerakkan perekonomian Indonesia kelak, di masa depan.

"Jika disiapkan dan dikawal dengan baik, maka bonus demografi dapat mengakselarasi hadirnya milenial Indonesia mandiri yang berkualitas tinggi," ujar Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, untuk mendongkrak industri ekonomi di era teknologi saat ini, strategi yang harus dilakukan adalah memperkuat kapasitas funding baik lewat tumbuhnya fintech, maupun investasi.

"Pertama, tumbuhkan fin and fundtech. Kedua, bangun kapasitas investasi milenial," ujar dia.

Sandi memaparkan, sepuluh hingga lima tahun lalu, Indonesia telah menghadapi future e commerce dimana hal tersebut yang menjadi tema investasi saat ini.

"Ke depannya era nya fintech AI, investasi di kesehatan, pendidikan dan lain-lain, sehingga generasi milenial juga harus sudah siap," tambah dia.

Sandi menambahkan, inovasi teknologi merupakan bagian penting dalam kemajuan negara, sehingga pemerintah harus sungguh-sungguh mengalokasikan anggaran untuk R&D sehingga lahir inovasi teknologi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Harapannya, pemerintah harus memberikan proteksi terhadap Startup dalam negeri sampai bìsa menguasai 80% pasar sehingga produk dalam negeri menjadi dominan di pasar internasional," tandas Sandiaga Uno.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42