Kerja Sama Nadiem Makarim Dengan Netflix Bukan Terobosan Tapi Kebobolan

Nadiem Kerja sama dengan Netflix/Net

Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti langkah yang diambil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menggandeng Netflix untuk mengembangkan industri perfilman nasional. Hal ini dianggapnya merugikan.

Menurutnya, Nadiem Makarim harus diingatkan kalau sekarang adalah pejabat publik, bukan lagi pengusaha. Ada regulasi yang harus ditegakkan. Nadiem juga harus menjaga wibawa bangsa.

"Saya melihat aksinya dengan Netflix itu seperti tak berkoordinasi dengan Menkominfo, Menkeu, atau Menparekraf, yang menginginkan Netflix memenuhi terlebih dahulu kewajiban sebelum berbisnis di Indonesia," tegas Heru Sutadi dalam keterangannya, Sabtu (11/1).

Heru menegaskan, untuk bisa bekerja sama harus dilihat dulu status badan hukum Netflix di Indonesia. Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik 80/2019 yang baru, pemain seperti Netflix harus memiliki badan usaha tetap di Indonesia.

"Setahu saya, baru ada akun Twitter  Netflix. Sudah ada PT atau badan hukum Indonesia, belum itu Netflix?" tanya Heru.

Heru menilai, kerja sama Kemdikbud dengan Neflix jauh di bawah ekspektasi publik akan sosok pembaruan dan diharapkan mampu memberikan terobosan dari seorang Nadiem Makarim. Ia berharap Kemdikbud dengan Pustekkom dan produser film Indonesia serta industri kreatif bisa mandiri bikin platform sendiri seperti Nadiem bangun Gojek.

“Kalau hanya gabung ke Netflix, nggak perlu seorang lulusan Harvard yang kesohor, teman-teman YouTuber yang pendidikannya di pelosok daerah juga bisa berpikir seperti itu,” ujar Heru.

Menurut Heru, kerja sama dengan Netflix bukan terobosan tapi sebuah kebobolan.

"Pemerintah sendiri sedang kesulitan mengejar pajak platform Over The Top (OTT) termasuk Netflix," urai Heru.
Melihat model kerja sama yang ditawarkan Netflix ke Kemdikbud, bagi Heru itu hanya gimmick marketing karena nilai 1 juta dolar atau setara Rp 14 miliar  diberikan dalam bentuk komitmen menggelar sejumlah pelatihan bagi kreator film.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35