Bertahan Di 5 Persen, Indonesia Berpotensi Masuk Middle Income Trap

Junaidi Auly/Net

Pemerintah masih belum optimal dalam rangka mengelola turbulensi ekonomi global, sehingga di tahun 2019 beberapa aspek masih gagal mencapai target.

Pertumbuhan ekonomi misalnya, belum mampu beranjak dari 5 persanan. Padahal, perlu level yang lebih tinggi agar persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan dapat ditekan lebih maksimal.

Jika tidak beranjak dari 5 persen, Indonesia berpotensi masuk pada kelompok negara-negara middle income trap.

Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Junaidi Auly mengatakan, turbulensi ekonomi global telah memukul berbagai sektor di Indonesia, mulai dari ekspor, investasi, hingga bermuara pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

"Dikhawatirkan kondisi ini masih berlanjut hingga tahun depan. Berbagai lembaga dunia juga melihat belum kondusifnya ekonomi global. Apalagi perkembangan politik di Amerika Serikat tentunya dapat mempengaruhi pasar dan urgensi untuk diantisipasi," ujar Junaidi, Selasa (31/12).

Junadi menambahkan, terlepas dari gejolak yang ada, pemerintah sudah seharusnya memiliki langkah-langkah strategis untuk mendorong ekonomi bisa tumbuh lebih kencang.

"Kalau kita lihat, peranan perdagangan internasional pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 18-20 persen, sisanya peranan ekonomi domestik. Jadi, ruang untuk bergerak lebih cepat sebetulnya tersedia," tandasnya.

Pada bagian lain, Junaidi menyoroti ekonomi terus bergantung pada konsumsi rumah tangga, sehingga nilai tambahnya tidak signifikan bagi ekonomi nasional.

"Pemerintah perlu menggenjot investasi langsung agar kualitas pertumbuhan membaik. Kita akan sulit tumbuh, jika hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Perkuat Literasi Produk, Air Hitam Indonesia Gelorakan Integritas dan Kualitas Kerjasama Korporasi
Ekbis

Perkuat Literasi Produk, Air..

15 April 2021 00:29
Menuju Pusat Ekonomi Dan Keuangan Syariah, Masyarakat Indonesia Harus Jadi Praktisi
Ekbis

Menuju Pusat Ekonomi Dan Keu..

14 April 2021 20:39
Ramadhan Jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi Dan Keuangan Syariah
Ekbis

Ramadhan Jadi Momentum Bangk..

14 April 2021 19:32
Dari Festival Hingga Bikin Kompetisi, Cara BRI Ajak Pekerjanya Peduli Terhadap Isu ESG
Ekbis

Dari Festival Hingga Bikin K..

14 April 2021 17:49
Rezeki Ramadhan, Permintaan Manisan Kolang Kaling Bisa Naik Hingga 1.000 Persen
Ekbis

Rezeki Ramadhan, Permintaan ..

14 April 2021 12:04
Tak Sejalan PEN, Penerapan Tarif Baru Di Pelabuhan Tanjung Priok Picu Protes Pelaku Usaha
Ekbis

Tak Sejalan PEN, Penerapan T..

13 April 2021 17:31
Dukung Larangan Mudik, Bandara Ahmad Yani Tak Layani Penerbangan Umum
Ekbis

Dukung Larangan Mudik, Banda..

13 April 2021 13:43
Ekspor Melonjak, Volume Perdagangan Luar Negeri China Naik 38,6 Persen Pada Kuartal Pertama 2021
Ekbis

Ekspor Melonjak, Volume Perd..

13 April 2021 12:33