Ekspor Benih Lobster, Antara Nilai Tambah Dan ‘Gila’

Ilustrasi lobster/Net

Ekspor benih lobster yang disasar Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, ternyata mendapat dukungan dari Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mendukung langkah Edhy karena menurutnya ada dampak ekonomi yang besar dari rencana tersebut dibandingkan harus ditutup keran ekspornya.

"Nilai tambah juga, daripada sekarang ini, diselundupkan 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan," kata Luhut di kantornya kamis (12/12).

Menurut Luhut, peluang hidup benih lobster tidak besar. Ekspor benih lobster dianggap jauh lebih baik.

"Sebagian tetap dilepaskan. 5% ke habitatnya. Supaya benih nggak hilang. Sudah ada hitung-hitungan ilmiahnyalah, studinya sudah ada. Apa pun studi itu, implementasi penting. Super penting pengawasan," terang Luhut.

Di era keepemimpinan Susi Pudjiastuti di periode sebelumnya, ditetapkan aturan larangan ekspor benih lobster, khususnya ukuran di bawah 200 gram. Walaupun ditetapkan aturan tersebut, nyatanya masih ada penyelundupan benih lobster hingga ke Vietnam.

Soal adanya pelanggaran yang ditemukan, Luhut meyakini pelanggaran akan tetap ada.

"Dulu ada masalah sekarang juga ada masalah. Apa nanti dengan gini nggak ada masalah, ya nggaklah ada masalah tapi masalahnya makin kecil, kalo pengawasan lebih bagus dan jelas," lanjutnya.

Wacana kebijakan Edhy mengenai ekspor lobster ini sempat dikritik oleh pengamat ekonomi Faisal Basri.

Faisal menyebut keputusan Edhy itu hal yang gila.

"Belum dua bulan kabinet ada justru ekspor benih lobster dicabut. Sekarang? Jual jual, heh, lobster itu kita besarkan. Udah gila ini. Jadi mungkin kita yang berada di luar politik ini bisa matching kan gitu ya antara tuntutan dan tantangan yang kita hadapi dengan peluang-peluang yang ada. Dan ini kan pada akhirnya akan meningkatkan dosis pajak," kata Faisal Basri di Kemenkeu, Selasa (10/12).
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42