Begini Cara Menko Luhut Meyakinkan Bos Besar Perusahaan Kimia Terkenal Dunia

Luhut Binsar Panjaitan/Net

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjung kerja ke beberapa perusahaan besar di Jerman untuk menawarkan investasi di Indonesia.

Salah satunya, Luhut mengunjungi kantor pusat salah satu perusahaan kimia terbesar BASF di Jerman. Dalam lawatannya, Luhut didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno. Mereka diterima oleh Daniel Schönfelder, VP of Business Management at BASF Battery Materials Europe.

Di hadapan bos besar perusahaan kimia terkenal di dunia itu, Luhut menawarkan BASF untuk berinvestasi di Indonesia. Lantaran, memiliki berbagai komponen pendukung pembuatan mobil listrik, dan juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Luhut mengungkapkan, pemerintah kini sedang bertransformasi dari ekspor yang berbasis komoditas menjadi ekspor barang dengan nilai tambah.

"Puluhan tahun kami hanya mengekspor bahan mentah, diolah di luar negeri lalu diimpor lagi ke Indonesia. Sekarang kami ingin merubahnya, diolah di Indonesia agar ada nilai tambah bagi masyarakat," ujar Menko Luhut di Jerman, Rabu (27/11).

Schonfelder sempat bertanya kepada Luhut mengenai kemungkinan tingginya biaya terkait lingkungan hidup. Luhut mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan untuk setiap kebijakan yang dibuat harus memikirkan nasib generasi yang akan datang. Dia memastikan tidak akan membuat kebijakan yang merusak lingkungan.

"Jadi jika Anda ingin berbisnis dengan harga yang kompetitif, logistik yang murah, sambil membantu kami menekan angka kemiskinan, serta ramah lingkungan datanglah ke Indonesia," ucapnya kepada Schonfelder

Menko Luhut mencontohkan di Indonesia harga listrik dari hydro power ini bisa dengan hanya 2-4 sen per kilowatt hour.

"Kemungkinan setelah 20 tahun, harganya bisa turun hingga di bawah 2 sen per kilowatt hour. Bandingkan dengan tetangga kita Australia yang juga punya hydro power tetapi lokasinya di tengah, sehingga biaya transportasinya lebih mahal. Di Jepang dan China juga masih lebih mahal," jelasnya.

Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) didirikan pada tahun 1865, produk-produk BASF terbagi menjadi lima bidang bisnis, bahan kimia, produk khusus, bahan dan solusi fungsional, solusi pertanian, dan minyak dan gas. Pada 2017, penjualan global BASF sekitar 64,5 miliar euro.

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35