Begini Cara Menko Luhut Meyakinkan Bos Besar Perusahaan Kimia Terkenal Dunia

Jumat, 29 November 2019, 11:15 WIB
Laporan: Raiza Andini

Luhut Binsar Panjaitan/Net

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjung kerja ke beberapa perusahaan besar di Jerman untuk menawarkan investasi di Indonesia.

Salah satunya, Luhut mengunjungi kantor pusat salah satu perusahaan kimia terbesar BASF di Jerman. Dalam lawatannya, Luhut didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno. Mereka diterima oleh Daniel Schönfelder, VP of Business Management at BASF Battery Materials Europe.

Di hadapan bos besar perusahaan kimia terkenal di dunia itu, Luhut menawarkan BASF untuk berinvestasi di Indonesia. Lantaran, memiliki berbagai komponen pendukung pembuatan mobil listrik, dan juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Luhut mengungkapkan, pemerintah kini sedang bertransformasi dari ekspor yang berbasis komoditas menjadi ekspor barang dengan nilai tambah.

"Puluhan tahun kami hanya mengekspor bahan mentah, diolah di luar negeri lalu diimpor lagi ke Indonesia. Sekarang kami ingin merubahnya, diolah di Indonesia agar ada nilai tambah bagi masyarakat," ujar Menko Luhut di Jerman, Rabu (27/11).

Schonfelder sempat bertanya kepada Luhut mengenai kemungkinan tingginya biaya terkait lingkungan hidup. Luhut mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan untuk setiap kebijakan yang dibuat harus memikirkan nasib generasi yang akan datang. Dia memastikan tidak akan membuat kebijakan yang merusak lingkungan.

"Jadi jika Anda ingin berbisnis dengan harga yang kompetitif, logistik yang murah, sambil membantu kami menekan angka kemiskinan, serta ramah lingkungan datanglah ke Indonesia," ucapnya kepada Schonfelder

Menko Luhut mencontohkan di Indonesia harga listrik dari hydro power ini bisa dengan hanya 2-4 sen per kilowatt hour.

"Kemungkinan setelah 20 tahun, harganya bisa turun hingga di bawah 2 sen per kilowatt hour. Bandingkan dengan tetangga kita Australia yang juga punya hydro power tetapi lokasinya di tengah, sehingga biaya transportasinya lebih mahal. Di Jepang dan China juga masih lebih mahal," jelasnya.

Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) didirikan pada tahun 1865, produk-produk BASF terbagi menjadi lima bidang bisnis, bahan kimia, produk khusus, bahan dan solusi fungsional, solusi pertanian, dan minyak dan gas. Pada 2017, penjualan global BASF sekitar 64,5 miliar euro.

Kolom Komentar


Video

Terlibat Penyelundupan Harley Davidson, Direktur Utama Garuda Dicopot Paksa

Kamis, 05 Desember 2019
Video

BMKG, Hujan di Jawa Tengah Belum Merata

Jumat, 06 Desember 2019
Video

Ari Askhara Lebay, Tampil ala Bung Karno Berdiri di Mobil Klasik

Jumat, 06 Desember 2019