Rayu BMW Bikin Pabrik Mobil Listrik Di Indonesia, Luhut Iming-imingi Keringanan Pajak

Luhut Binsar Panjaitan bertemu petinggi BMW di Jerman/Dok Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan punya misi khusus saat melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat BMW di Munchen, Jerman. Luhut berupaya pabrikan mobil dunia itu mau membantu Indonesia dalam mengembangkan industri kendaraan listri di dalam negeri.

Menko Luhut bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno diterima para petinggi BMW yang dipimpin Vice President Market Development, Jochen Scharrer.

Di hadapan petinggi BMW, Luhut menegaskan bahwa Indonesia akan aktif mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Pasalnya, banyak orang yang telah beralih ke gaya hidup hijau dan ramah lingkungan. Hal inilah yang mendorong pemerintah Indonesia untuk memproduksi kendaraan berbasis listrik.

“Kami sadar, semakin banyak orang mengeluhkan tingginya polusi udara. Salah satu upaya kami adalah, mengadakan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan hemat biaya. Indonesia telah menetapkan target 50 persen kendaraan elektrik pada tahun 2030,” kata Luhut di Munchen, Jerman, Jumat (29/11).

Untuk itu, Menko Luhut merayu BMW agar membuka fasilitas pembuatan kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai penambah daya tarik, Luhut akan menyiapkan beberapa insentif untuk pabrikan-pabrikan mobil listrik seperti adanya keringanan pajak.

“Karenanya kami berharap Anda bersedia mempertimbangkan untuk membuka fasilitas pembuatan mobil listrik di Indonesia. Kami juga menginginkan, adanya keragaman produsen, sehingga tidak ada monopoli satu merek saja,” paparnya.

Tidak salah jika Luhut mengunjungi BMW. Pasalnya, menurut Scharrer, BMW telah memproduksi mobil listrik sejak 2014. Pada 2020-2025 diharapkan jumlah produksi mobil listrik dan mobil hybrid BMW akan berimbang.

"Kami berencana meluncurkan 12 mobil listrik baru hingga tahun 2025. Problem kami, baik di Indonesia atau negara-negara lain untuk mengajak konsumen membeli mobil listrik yaitu kurangnya tempat pengisian daya. Pengguna mobil ini lebih suka mengisi daya di rumah atau mungkin di kantor,” katanya.

Terkait hal ini, Menko Luhut mengatakan pemerintah telah merencanakan membangun lebih banyak lagi stasiun pengisian daya listrik. Sehingga masyarakat akan semakin tertarik untuk menggunakan kendaraan berbasis listrik.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35