Supply Chain Management Harus Dibenahi Agar Produk Dalam Negeri Bisa Bersaing

Ilustrasi ekspor/Net

Upaya meningkatkan daya saing produk dalam negeri perlu ditunjang dengan perhatian pemerintah soal manajemen supply chain management (SCM). Hal ini karena produk-produk dalam megeri seringkali gagal memenuhi permintaan pasar ekspor lantaran SCM yang tak dikelola.

Demikian disampaikan oleh Ketua Program Studi Manajemen S2 Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, I Made Adnyana dalam focuss group discussion (FGD) di Universitas Nasional, Jakarta, Senin (25/11).

Dalam SCM, ada integrasi kepentingan antara perusahaan-perusahaan yang memasok bahan baku, memproduksi, maupun mengirimkannya ke pemakai akhir.

“Pendekatan yang ditekankan dalam SCM adalah terintegrasi dengan semangat kolaborasi,” ujar Adnyana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11).

Banyaknya kegagalan pemenuhan kebutuhan pasar lokal maupun pasar ekspor diakuinya karena ketidakpastian rantai pasok yang disebabkan oleh aspek permintaan (demand) dan aspek pasokan (supply).

Salah satu contohnya adalah biaya pengangkutan sapi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Jakarta yang lebih mahal 40% dari Australia. Sedangkan biaya pengiriman daging sapi dari NTT hampir 4 kali lipat dibandingkan dari Australia.

Demikian juga biaya pengangkutan ikan dari Ambon ke Surabaya rata-rata Rp 1.800 per kilogram. Sementara dari China ke Surabaya rata-rata hanya Rp 700 per kilogram.

Faktor tersebut sulit diatasi produsen dalam negeri. Oleh karenaya, pemerintah perlu turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut, salah satunya dengan memperbaiki rantai pasokan yang mengacu UU Pangan. Sebab jika rantai pasok komoditas tidak dibenahi, akan ada ancaman ketersediaan dan daya saing komoditas lokal yang berujung menganggu ketahanan pangan.

“Penyelenggaraan pangan harus dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42