Asing Ragukan Kestabilan Ekonomi Indonesia, Pengamat: Ini Tamparan Untuk Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani/Net

Kritikan ekonom asing terhadap klaim kestabilan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah tamparan keras bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kalau ekonom Hong Kong dan peneliti Inggris itu punya data pembanding soal keadaan ekonomi Indonesia tentu menjadi tamparan keras untuk reputasi tim ekonomi Indonesia sekarang, terutama periode yang lalu," tutur peneliti Founding Fathers House, Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/11).

"Artinya datanya enggak cocok, anggaplah kata mereka (pertumbuhan ekonomi) enggak sampai 5 persen seperti versi pemerintah, ini kan tamparan keras buat tim ekonomi KIK," sambungnya.

Dengan ini, ia khawatir ke depan tim ekonomi Indonesia tak akan dipercaya di dunia luar lantaran memanipulasi data pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Di dalamnya kan ada Mbak Sri Mulyani, reputasinya sudah enggak diragukan dengan pernah di Word Bank. Tapi setelah ini saya khawatir ada distrust dari luar. Efek kejutnya pasar Indonesia akan goyah, karena biasanya ada sentimen pasar internasional enggak percaya," ungkapnya.

Berdasarkan hasil analisa dari analis ekonomi Capital Economics asal Inggris, Gareth Leather, terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang begitu signifkan setahun terakhir. Hal itu berbeda dengan angka stabil yang dirilis pemerintah, yakni di kisaran 5 persen.

"Kami tidak memiliki kepercayaan banyak pada angka-angka resmi PDB Indonesia yang telah stabil selama beberapa tahun terakhir,” kata Leather seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (6/11).

Selain Leather, Ekonom Hong Kong dari Natixis SA, Trinh Nguyen juga mempertanyakan angka tersebut dalam unggahan di Twitter pribadinya.

"Saya tidak tahu bagaimana ekonomi dapat tumbuh pada tingkat yang sama untuk waktu yang lama, tetapi itu dialami Indonesia. Padahal pengeluaran pemerintah lemah dan investasi melambat ditambah impor mengalami kesulitan," ujarnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Resmikan Kios WarNU dan Kartu Santri, Pemerintah Lanjut Target Satu Juta Kartu Digital Dalam Empat Tahun
Ekbis

Resmikan Kios WarNU dan Kart..

05 Juni 2020 11:01
Strategi Reborn Dan Survive, Angkasa Pura I Gandeng Pelita Air Service Luncurkan Pesawat Kargo
Ekbis

Strategi Reborn Dan Survive,..

05 Juni 2020 10:34
PLN Keluarkan Skema Untuk Hindari Lonjakan Tagihan Para Pelanggan
Ekbis

PLN Keluarkan Skema Untuk Hi..

04 Juni 2020 17:44
AS Akan Selidiki Skema Pajak Digital Beberapa Negara Termasuk Indonesia, Sri Mulyani Belum Mau Komentar
Ekbis

AS Akan Selidiki Skema Pajak..

04 Juni 2020 06:52
BP Tapera Bakal Beroperasi, Pasar Perumahan Makin Seksi
Ekbis

BP Tapera Bakal Beroperasi, ..

03 Juni 2020 20:26
Siap-siap, Pengguna Sepeda Motor Akan Diminta Turun Saat Isi BBM
Ekbis

Siap-siap, Pengguna Sepeda M..

03 Juni 2020 17:13
Industri Rokok Elektrik Makin Berkontribusi Bagi Penerimaan Negara
Ekbis

Industri Rokok Elektrik Maki..

02 Juni 2020 17:44
Siap Jalankan New Normal, Begini Skenario Bank BTN
Ekbis

Siap Jalankan New Normal, Be..

02 Juni 2020 11:33