Ini Kata Politisi Senayan Soal Tulisan Konsep Jokowinomic Natalius Pigai

Joko Widodo/Net

Tulisan Natalius Pigai tentang Jokowinomic untuk orang miskin terpinggirkan sedang menjadi pembicaraan khalayak. Tulisan tersebut bahkan memicu politisi Senayan hingga pengamat pun untuk angkat bicara.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Maulani salah satunya. Dia menilai bahwa tulisan tersebut menarik. Namun menurutnya, ide dan gagasan dalam tulisn tersebut tidak banyak yang mengetahui sehingga sulit diimplementasikan.

"Istilah nomic sepertinya sudah menjadi tren. Ada Habibienomic, SBYnomic, Jokowinomic. Istilah itu hanya menjelaskan soal skala prioritas, strategi kebijakan pembangunan ekonomi, Itu sesuai selera pemimpin," kata Viva Yoga dalam keterangannya kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/10).

"Pak Mubyarto memopulerkan Ekonomi Pancasila, kemudian dilanjutkan anak didiknya Revrisond Baswir. Tapi konsep pak Muby tidak dipakai oleh pemerintah. Hanya jadi wacana di kampus. Kebijakan ekonomi Pemerintah tidak teridentifikasi secara teoritis. Apakah itu liberalisme, kapitalisme, apakah itu kroniisme, jenggoisme, dan sebagainya," sambungnya.

Lebih lanjut dia menambahkan bawa appa yang bisa dia tafsirkan dari pemikiran Soekarno, Pancasila adalah sosialisme religius.

"Ideologi yang bersifat monoteistik, bukan paganisme, bukan ateisme, kemanusiaan, kebangsaan, demokrasi, keadilan sosial," tuturnya.

"Harusnya fokus saja di Pancasila. Pembangunan ekonomi itu prioritas soal keadilan ekonomi dan sosial, sistem ekonomi yang adil, tidak individual-kapitalistik, tidak KKN, tapi yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang sosialistik-religius, Menghilangkan ketidakadilan struktur ekonomi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu dan menyebabkan kemiskinan struktural," sambung politisi Senayan ini.

Cara pandang yang berbeda di Sampaikan oleh Wakil Ketua Umum Gerinda Arif Poyuono. Menurutnya, konsep Jokowinomic hanya bisa jalan bisa ekonomi moneter tidak diliberalisasi.

"Bagaimana Jokowinomic berjalan kalau semua transaksi bisnis dilakukan melalui sistem perbankan asing bukan melalui perbankan Milik negara. Kita mesti belajar negara lain seperti China, Bahwa Membangun ekonomi nasional harus Punya Know How tentang  perubahan ekonomi dunia dalam 35 tahun mendatang," ujarnya.  

"Terutama terkait perkembangan tumbuhnya negara negara Industri baru dan terus berkembang ekonomi China. Dari mereka apa yang sangat mereka butuhkan dan industri berbasis apa yang bisa kita kembangkan dari yang Kita miliki sehingga ada keberpihakan itu baru namanya Jokowinomic untuk orang miskin terpinggirkan," ujar Poyuono dalam pesan singkatnya.

Sementara itu Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya ('nBASIS)  menurut professional Shohibul Anshor Siregar menilai bahwa tulisan tersebut semestinya ditanggapi oleh professional yang membantu pemerintah dan akademisi untuk terus dikembangkan.

"Banyak orang tak konsepsional menyebut Jokowinomic. Apa iya? Jangankan Jokowi, Indonesia saja hingga kini tak memiliki disain makro ekonomi. Yang ada cuma merancang sikap manis di hadapan kapital dan negara pendikte," tuturnya.

"Make no mistake, Indonesia tidak akan seburuk ini jika dipandu oleh garis besar cita-cita bangsa," sambungnya.

Die mengingatkan kembali bahwa misi negara dalam konstitusi itu adalah melindungi segenap tumpah darah dan seluruh bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

"Pada sejumlah pasal masih banyak aturan tentang pemenuhan hak warga negara yang wajib dijamin oleh negara," tambahnnya dalam unggahan di sosial media.
Tag:

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35