BPS Harap Kerusuhan Di Papua Tidak Berdampak Negatif Pada Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 02 September 2019, 19:45 WIB
Laporan: Aprilia Rahapit

Ilustrasi/Net

Badan Pusat Statistik (BPS) berharap kerusuhan Papua tidak berdampak negatif terhadap pertumbuhan perekonomian Papua.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPS Suhariyanto dalam jumpa pers Perkembangan Inflasi periode Agustus 2019, di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (2/9).  

Suhariyanto mengatakan, selama kerusuhan Papua hingga kini, pihaknya belum memperkirakan berapa kerugian terhadap perokonomian Papua.

"Dampaknya pertumbuhan ekonomi Papua ya kita belum bisa lihat ya, dampak kerusuhan ya kita belum tahu, inikan baru," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Suhariyanto berharap agar dampak kerusuhan terhadap perekonomian tidak menyebabkan kerugian berarti. Namun pada Agustus ini perkembangan inflasi Papua 2019 yang diukur dari dua kota mengalami deflasi.

"Kita berharap tidak terlalu signifikan, tetapi kembali inflasi pada Agustus ini baik di Jayapura maupun Merauke mengalami deflasi," sambungnya.

Jayapura yang mengalami deflasi pada periode Agustus 2019 sebesar -0,14 persen, dan Merauke yang mengalami deflasi sebesar -0,18 persen.

"Kenapa di Jayapura mengalami deflasi? karena ada penurunan harga makanan yang hanpir mirip di level nasional juga ada penurunan tarif angkutan udara," tuturnya.

Sementara di Merauke yang juga mengalami deflasi 0,18 persen, disebabkan adanya penurunan bahan makanan ada makanan jadi.
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Kolom Komentar


Video

Pesan Senator Jakarta untuk Pemprov Riau: Jangan Sombong

Rabu, 18 September 2019
Video

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN

Kamis, 19 September 2019
Video

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

Kamis, 19 September 2019