Inas Nasrullah Pertanyakan Manuver Kubu CT Di Balik Kisruh Garuda

Pemilik CT Corp Chairul Tanjung/Net

Manuver Trans Airways, salah satu pemegang saham Garuda Indonesia, menolak laporan keuangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang lalu dipertanyakan anggota Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah.

Penolakan dalam RUPST yang digelar bulan April itu, sebutnya, janggal.    

“Ada apa dengan CT (Chairul Tanjung) kok ujug-ujug, belakangan baru ribut. Kenapa tidak saat disusun (laporan keuangan) itu komisaris ikut terlibat?” tanya Inas yang juga Ketua Fraksi Partai Hanura.

Dia menengarai penolakan ini, apapun alasannya, dilakukan karena pihak Trans Airways punya obsesi untuk menguasai maskapai pelat merah itu.

Dalam RUPST Finegold Resources Ltd.  ikut menolak menandatangani laporan keuangan itu.  Kedua pemegang saham ini, Trans Airways dan Finegold Resources menguasai 28 persen saham Garuda.

“Saham pemerintah 60 persen sekian. Lantas ada saham-saham kecil yang selalu ke pemerintah. Kemudian, saham CT sebesar 25 persen. Jadi setiap RUPS kalau voting CT tidak pernah menang dengan pemerintah,” kata dia lagi.

Namun karena ada juga pemegang saham yang ikut kubu CT Corp, maka saham yang dikuasai pemerintah tidak mencapai 75 persen yang artinya sulit untuk melakukan holdingisasi.

“Saat ini untuk holdingisasi setengah mati susah. Karena harus ada persetujuan 75 persen pemegang saham. Sementara CT sudah menguasai 35 persen dengan pemegang-pemegang saham lain,” urainya lagi.

Dia menambahkan wajar kalau ada yang melihat kekisruhan ini sebagai refleksi dari persaingan antara Chairul Tanjung yang pernah menjadi Menko Perekonomian di era SBY dengan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“CT kan dulu pengen bikin penerbangan. Tetapi karena Garuda waktu itu melakukan IPO (initial public offering), tidak jadi dan malah membeli saham Garuda,” tutup Inas Nasrullah.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Lalu Lintas Penerbangan Pecah Rekor Selama Pandemi, Jakarta-Denpasar Paling Sibuk
Ekbis

Lalu Lintas Penerbangan Peca..

30 Oktober 2020 23:31
Pandemi Covid-19, Exxon Mobil Pecat Ribuan Karyawan
Ekbis

Pandemi Covid-19, Exxon Mobi..

30 Oktober 2020 14:12
Penjualan iPhone Di China Anjlok, Saham Apple Terperosok Dalam
Ekbis

Penjualan iPhone Di China An..

30 Oktober 2020 12:49
Pasar Asia Turun Lagi Karena Lonjakan Virus Corona Dan Ketidakpastian Pemilihan AS
Ekbis

Pasar Asia Turun Lagi Karena..

30 Oktober 2020 11:57
Pandemik Melahirkan Banyak Pengangguran, Pencari Kerja Di China Serbu Pameran Bursa Kerja
Ekbis

Pandemik Melahirkan Banyak P..

30 Oktober 2020 11:17
BTN Gelar Spectacular World Saving Day
Ekbis

BTN Gelar Spectacular World ..

30 Oktober 2020 08:51
Bayar Tol Bandara Hingga JORR Sudah Bisa Pakai JakCard
Ekbis

Bayar Tol Bandara Hingga JOR..

29 Oktober 2020 15:43
Lewat Menlu Pompeo, Jokowi Ingin AS Bisa Perpanjang GSP Terhadap Indonesia
Ekbis

Lewat Menlu Pompeo, Jokowi I..

29 Oktober 2020 14:29