Bicara Industri 4.0, JK Sindir Krakatau Steel Tak Bekerja Efisien

Wakil Presiden Jusuf Kalla/RMOL

Polemik perusahaan pelat merah, Krakatau Steel yang mengalami kerugian menjadi salah sau bahasan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam forum diskusi Smart Business Talk bertajuk Making Indonesia 4.0 VS Super Smart Society 5.0.

Awalnya, JK menyinggung soal lambannya perkembangan industri 4.0 yang disebabkan karena ketidakefisienan dalam bekerja. Ketidakefisienan itulah yang kemudian membawa industri baja tanah air kalah dari produksi luar negeri.

"Polanya itu, kesimpulannya efisien. Tidak bisa semuanya pabrik sepatu. Bisa saja, tapi ongkosnya bisa naik. Contohnya banyak di koran, pabrik baja kita bermasalah, kenapa bermasalah? Karena tidak bisa efisiensi dibandingkan dengan China," ungkap JK di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Mendengar pemaparan JK, salah seorang peserta diskusi yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini kemudian mempertanyakan eksistensi China yang menyerang pasar baja. Disinggung pula soal banyaknya jembatan Indonesia yang dibangun oleh China.

Menjawab hal tersebut, JK menegaskan bahwa keterlibatan China dalam membangun jembatan tak banyak. "China hanya Suramadu, tidak ada yang lain," tuturnya.

Soal industri baja, JK menilai baja Indonesia lebih mahal dibandingkan China. Jika harga pokok baja Indonesia senilai 600 dolar per ton, ujar JK, China bisa menjual dengan harga yang lebih murah di kisaran 400 dolar.

"Kalau mencapai sampai 500 dolar, dia (China) untung 100 dolar, kita rugi seratus. Jadi makin banyak diproduksi Krakatau Steel makin susah karena pakai teknologi lama, teknologi Jerman tapi lama sehingga kalah dengan teknologi baru yang simpel," tegasnya.

"Ya jadi rusak karena harga. Dulu harga bahan itu 1000 dolar per ton, sekarang sudah 500 dolar. Semuanya industri kita harga pokoknya di atas itu. Jadi mau efisien atau mau konteks harga mahal?" tuturnya.

Melihat fenomena ini, JK kembali menegaskan bahwa PT Krakatau Steel seharusnya bisa lebih efisien.

"Jadi harus bisa menyesuaikan efisiensinya, Krakatau Steel ya harus efisien," tegasnya.

Lebih detil, efisiensi juga tak hanya pada harga bahan, melainkan jumlah pekerja yang dipekerjakan. Beberapa negara lebih memilih menggunakan mesin dan mengurangi pekerja, hal ini berimbas pada efisiensi pengeluaran.

"Pabrik semen kita katakanlah 600 sampai 800 orang satu pabrik, tapi pabrik China cuma 70 orang karena semuanya otomatis. Jadi ongkosnya murah, jadi itulah yang namanya revolusi industri, itulah efisiensi, semua yang mahal akan mati," lanjut JK.

Menutup jawabannya, JK kembali menawarkan dua pilihan terkait polemik Krakatau Steel.

"Yang mana, kepentingan rakyat yang ingin murah atau kepentingan industri yang tidak efisien? Pilihannya sulit memang, tapi pemerintah justru memberi jalan agar industri kita lebih efisien juga," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Target Terpenuhi, China Selesai Bangun 500 Ribu BTS 5G Lebih Cepat Dari Jadwal
Ekbis

Target Terpenuhi, China Sele..

24 Oktober 2020 13:34
bank bjb Raih Penghargaan The Strongest Regional Bank
Ekbis

bank bjb Raih Penghargaan Th..

24 Oktober 2020 10:51
Pandemi, Saham Intel Jatuh
Ekbis

Pandemi, Saham Intel Jatuh

24 Oktober 2020 08:03
Survei Terbaru Pasca Debat: 70 Persen Investor Global Lebih Senang Jika Joe Biden Menang
Ekbis

Survei Terbaru Pasca Debat: ..

24 Oktober 2020 06:59
Curhat CEO Huawei: Saat Ini Kami Berada Dalam Masa Yang Sangat Sulit
Ekbis

Curhat CEO Huawei: Saat Ini ..

24 Oktober 2020 06:11
Amazon Gelontorkan Dana 100 Juta Dolar AS Untuk Memperluas Aktivitas Di Meksiko
Ekbis

Amazon Gelontorkan Dana 100 ..

23 Oktober 2020 13:47
Pemerintah Beri Stimulus PSC Di 5 Bandara, Tiket Pesawat Akan Lebih Murah
Ekbis

Pemerintah Beri Stimulus PSC..

22 Oktober 2020 22:57
Hebat, Realisasi Penyaluran Dana PEN bank bjb Lampaui Target
Ekbis

Hebat, Realisasi Penyaluran ..

22 Oktober 2020 20:10