Kemenhub Bukan Biang Kerok Tiket Pesawat Mahal

Minggu, 02 Juni 2019, 05:08 WIB | Laporan: Azairus Adlu

Arief Poyuono/Net

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono menyebut kenaikan harga tiket pesawat bukan serta-merta menjadi kesalahan Menteri Perhubungan atau pemerintah.

Pasalanya, menurut dia, Menhub atau pemerintah itu hanya sebagai regulator yang lebih banyak menekan regulasi tentang teknis dan keselamatan penebangan bagi perusahaan peneebangan yang beroperasi di Indonesia.

Sedang terkait harga tiket pesawat sebenarnya pemerintah atau Menhub tidak bisa untuk menentukan harga tiket pesawat penebangan reguler, dimana harga seat/km dari perusahaan penerbangan komersial berjadwal yang ada di Indonesia itu berdasarkan pada jenis pasar persaingan sempurna di sektor penerbangan komersial berjadwal.

"Kenapa demikian? karena setiap cost produksi atau operational dari airlines setiap biaya seat/km nya itu ditentukan oleh harga fluktuasi kurs US dollar terhadap rupiah ,sebab dalam bisnis airlines itu hampir 95 persen cost operational airlines itu berbasis pada perhitungan US Dollar," jelas Arief, Minggu (2/6).

Lebih lanjut ia jelaskan, cost untuk ACMI (Aircraft, Crew, Maintenance dan Insurance) Dan Bahan Bakar, itu berbasis dengan nilai US dollar untuk setiap biaya perjamnya.

"Saat ramainya airlines berbasis Low Cost Carrier (LCC) seperti Lion Air, Sriwijaya,City Link, Batik, Wing Air masih bisa beroperasi dengan menjual harga tiket yang murah memang karena didukung dengan harga kurs dollar yang rendah terhadap rupiah. Sehingga masih bisa menjalankan bisnis airlines berbasis LCC alias jual tiket murah," katanya.

"Namun pernah kah kita berpikir saat banyak airlines berbasis LCC beroperasi di Indonesia, banyak jasa transportasi darat pada gulung tikar dimana banyak masyarakat penguna transportasi darat beralih mengunakan jasa penerbangan berbasis Low Cost Carrier atau Budget Airlines, dan berapa kerugian masyarakat yang selama ini banyak mendapatkan efek ekonomi dari transportasi darat," imbuhnya.

Menurutnya, dengan harga tiket pesawat LCC sudah tidak lagi berbasis LCC maka Industri jasa transportasi darat akan mengalami kemajuan atau dengan kata lain, menjadi pilihan transportasi utama yang digunakan masyarakat Indonesia.

"Jadi sangat aneh harga tiket pesawat saat ini Mahal menyalahkan Menteri Perhubungan. Kelihatannya yang mengkritik enggak ngerti tentang keadaan moda transportasi di Indonesia.
Editor: Azairus Adlu

Kolom Komentar