BBM Satu Harga Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Mentawai

Jumat, 19 April 2019, 14:56 WIB | Laporan: Widya Victoria

Foto: Net

Salah satu wilayah yang telah merasakan dampak BBM Satu Harga adalah Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Di wilayah ini, Pertamina telah menyalurkan BBM jenis premium dan solar sebanyak 50 ribu liter setiap bulannya melalui empat lembaga penyalur di Kepulauan Mentawai.

Keempat titik BBM Satu Harga tersebut terletak di Sipora Utara (PT Rimata Saibi Jaya), Sipora Selatan (PT Ekindo Putra Andalas), Siberut Utara (PT Energi Saibi Jaya), dan Sipora Selatan (PT Ekindo Putra Andalas).

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kristinus Basir menyambut positif program BBM Satu Harga di wilayah kepulauan itu.

"Nelayan sangat terbantu, karena biaya operasional bisa ditekan. Begitu pula dengan sektor lain. Jadi secara umum, BBM Satu Harga di Mentawai berdampak baik bagi ekonomi masyarakat," kata Kristinus.

Tidak hanya sektor perikanan, menurut dia, program BBM Satu Harga berdampak juga transportasi. Dalam hal ini, penyamaan harga BBM antara Kepulauan Mentawai dan Pulau Jawa berimbas positif terhadap biaya operasional kapal laut dan juga speedboat.

Di sisi lain, Kristinus tidak menepis bahwa di Mentawai juga marak pengecer BBM. Hal disebabkan belum adanya regulasi yang tegas.

Dalam konteks itu pula, Kristinus mengatakan, Komisi C DPRD Kabupaten Mentawai bisa segera mengusulkan Perda terkait para pengecer BBM, sehingga bisa mendukung pelaksanaan BBM Satu Harga di wilayah tersebut.

"Kalau dianggap mendesak dan prioritas tentu bisa kita usulkan. Secara kelembagaan bisa saja arahnya ke situ,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari berbagai tokoh adat dan juga tokoh masyarakat setempat. Nulker Sababalat, tokoh adat Sipora Selatan, mengatakan, BBM Satu Harga bisa meringankan beban masyarakat dan berdampak baik untuk menunjang ekonomi keluarga.

"Pasti sangat baik. Karena sebelumnya masyarakat harus membeli bensin dengan harga sekitar 10 ribu," kata Nulker.

Dengan harga yang sama seperti Pulau Jawa, lanjut Nulker, masyarakat bisa berhemat dan mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lain.

Bagi masyarakat Sipora Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai petani, misalnya, penurunan harga BBM tentu berdampak pada biaya transportasi, termasuk ketika mereka harus menjual hasil pertanian ke kecamatan dan kabupaten.

"Jadi BBM Satu Harga dari Pertamina memang sangat positif," tegas Nulker. 
Tag:

Kolom Komentar


loading