JK Bantah Indonesia Deindustrialisasi, Merespon Prabowo?

Senin, 15 April 2019, 17:45 WIB | Laporan: Widya Victoria

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara IIS 2019 di BSD City, Tangerang Selatan/Setwapres

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menepis Indonesia mengalami deindustrialisasi.

Menurut JK, industri tetap menjadi sektor yang tertinggi dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang 2014-2017, rata-rata industri memiliki kontribusi 21,30 persen terhadap PDB.

"Artinya industri tetap sektor tertinggi dalam pendapatan nasional kita. Artinya industri tetap tetap berkembang dan tidak terjadi deindustrialisasi. Memang terjadi penurunan saat krisis 2008 tapi kembali terjadi perbaikan," ujar JK alam acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Senin (15/4).

JK seakan merespon pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat pamungkas pemilihan presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) lalu.

"Telah terjadi deindustrialisasi, kalau negara lain industrialisasi, kita deindustrialisasi. Sekarang Indonesia tidak produksi apa-apa, kita hanya bisa menerima bahan produksi dari bangsa lain. Ini keliru ini, harus kita ubah," kata Prabowo.

Deindustrialisasi adalah proses kebalikan dari industrialisasi. Artinya, penurunan kontribusi sektor manufaktur alias industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kolom Komentar


loading