Lonjakan Neraca Perdagangan Pertanian Turunkan Kemiskinan Di Desa

Kamis, 14 Februari 2019, 19:36 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Ilustrasi/Net

Ekosistem usaha dan bisnis di sektor pertanian berdasarkan data Badan Pusat Statistik semakin membaik di era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

BPS mencatat, neraca perdagangan sektor pertanian Indonesia tahun 2018 mencapai surplus USD 10 miliar, dan ekspor komoditas melonjak sebesar USD 29 miliar.

"Kinerja pangan kita di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Mentan Amran menuai bukti banyak kemajuan. Berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi," jelas anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar, Kamis (14/2).
 
Dia menjelaskan, dengan lonjakan neraca perdagangan pertanian termasuk ekspor komoditas berdampak pada kesejahteraan petani dan menurunnya kemiskinan di pedesaan.

"Jadi berbagai persoalan merugikan petani yang bisa menghambat produksi pangan sekarang kelihatan dicari solusinya. Itu ikut menaikkan angka neraca perdagangan," kata Mindo.

Dia melihat ada beberapa kebijakan sektor pertanian yang mendorong surplusnya neraca perdagangan. Bahkan juga menuju ketahanan pangan nasional.

Banyaknya regulasi yang dicabut oleh mentan lantaran menghambat investasi pertanian ikut pula mempengaruhi peningkatan produksi pangan.

"Kan data BPS mengatakan kalau investasi pertanian tahun 2018 naik 110 persen. Investasi tumbuh, produksi bagus akhirnya bisa bersaing di perdagangan internasional," jelas Mindo.

Ditambah lagi ketegasan Kementan menindak importir pangan yang nakal. Sehingga ekosistem bisnis terjaga dan sesuai aturan. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Jumat, 12 Juli 2019
Video

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Senin, 15 Juli 2019
Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019