Menteri Perindustrian: Kontribusi Manufaktur Indonesia Tertinggi Kelima Di Dunia

Kamis, 07 Februari 2019, 11:32 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto/RMOL

. Kontribusi manufaktur Indonesia terhadap pendapatan domestik bruto menempati peringkat lima besar dengan capaian 20,5 persen pada tahun 2017.

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional bertema Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Sheraton Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2).

Airlangga menjelaskan bahwa PDB dalam industri UMKM kemasyarakat non migas, dalam periode 2015-2018 menunjukkan pertumbuhan positif.

"Rataan pertumbuhan industri pengolahan non migas periode 2015-2018 adalah 4,87 persen dengan nilai PDB pada tahun 2018 Rp. 2.555,8 triliun," jelasnya.

"Untuk distribusi rataan industri dengan pertumbuhan tertinggi adalah makanan dan minuman pada angka 8,71 persen dan yang masih belum optimal industri tekstil dan pakaian jadi yaitu 1,64 persen," lanjutnya.

Airlangga menyebut kalaupun kemudian ada pengamat yang menyebut kontribusi Indonesia masih rendah dan di bawah 30 persen. Hal tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.

"Kalau ada pengamat bilang kontribusi manufaktur kita masih di bawah 30 persen, ternyata di dunia tidak ada yang di atas itu. Sekalipun Tiongkok masih 28,8 persen," demikian Airlangga.

Seminar tersebut digelar dalam rangkaian acara Hari Pers Nasional Jawa Timur 2019 yang menjadikan Kota Surabaya sebagai tuan rumah. [rus]

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019