Dapat Angin Segar, Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen

Trump & Jinping Turunkan Tensi Perang Dagang

Jumat, 04 Januari 2019, 09:00 WIB

Perry Warjiyo/Net

Kemajuan positif perundingan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan angin segar untuk perekonomian di dalam negeri. Bank Indonesia memperoyeksi ekonomi tahun ini bisa tumbuh 5,2 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis perekonomian dalam negeri bakal menanjak.

"Secara keseluruhan, den­gan kondisi global yang lebih baik, kami optimistis ekonomi domestik pada tahun ini akan lebih tinggi atau lebih baik dari estimasi 2018. Perkiraan kami pertumbuhan ekonomi bisa 5,2 persen," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, ke­marin.

Perry memastikan, pihaknya akan terus memantau perkem­bangan perudingan perang da­gang AS-China meskipun sudah mengalami kemajuan positif. Sebab, perkembangan perund­ingan kedua negara itu akan mempengaruhi laju ekonomi global, termasuk Indonesia.

Jika ketegangan kedua negara berlanjut maka pertumbuhan ekonomi global akan terganggu. Tetapi bila ketegangan mereda, nilai tukar rupiah akan lebih stabil.

"Harapan kita moga-moga situasi tidak memburuk. Apalagi sudah ada perkembangan positif. Ketidakpastian ekonomi dan keuangan global mungkin masih bisa berlanjut di 2019 tetapi tidak akan setinggi tahun lalu," jelas Perry.

Selain soal ketidakpastian ekonomi global, Perry melihat, pada tahun ini Indonesia akan tetap menghadapi masalah ne­raca neraca transaksi berjalan. Diproyeksinya, masih sekitar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, ne­raca transaksi berjalan baru akan membaik pada 2020.

Untuk laju inflasi, Perry mem­prediksi tetap stabil di kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen, dengan titik tengah 3,5 persen. Hal ini sejalan dengan terjaganya inflasi sepanjang tahun 2018 yang di bawah target.

Pernyataan Trump & Xi Jinping


Perkembangan positif perundingan perang dagang disampai­kan Presiden AS Donald Trump lewat Twiter pada perayaan tahun baru. Menurut Trump, ada kemajuan komunikasi yang dilakukannya dengan Presiden China Xi Jinping.

"(Kami) Baru saja melakukan pembicaraan yang panjang dan sangat baik dengan Presiden Xi dari China," kicau Trump.

Trump menuturkan, kesepaka­tan yang dilakukannya dengan China berjalan dengan sangat baik. Pembahasan dilakukan secara komperhensif dan mencakup semua subjek, area, dan titik perselisihan. "Kemajuan besar sedang dibuat," tegasnya.

Sementara itu, Xi Jinping juga memberikan pernyataan positif. Dia bilang, China dan AS menginginkan kemajuan yang stabil dalam hubungan mereka.

"Saya berharap kedua pihak akan bertemu di tengah jalan, bekerja keras, dan berusaha untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi dunia secepat mungkin," kata Xi.

Ingatkan Tahun Politik


Ekonom Institute for De­velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yu­dhistira Adhinegara mengin­gatkan pemerintah untuk tetap mewaspadai perkembangan ekonomi global dan sentimen domestik.

"Di dalam negeri kita akan menyelenggarakan pemilu. Se­dangkan di dunia ada isu perlambatan ekonomi dunia akibat konflik antara Partai Demokrat dan Partai Republik di Amerika yang semakin rumit. Kedua isu itu menjadi perhatian pelaku pasar," kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain kisruh politik di AS, lan­jut Bhima, perekonomian di Ero­pa belum stabil akibat Brexit. Hal itu membuat arus modal masuk perusahaan Eropa ke Indonesia jadi menurun. Padahal investasi langsung masih dibutuhkan In­donesia untuk memperkuat nilai tukar rupiah. ***
Editor:

Kolom Komentar


Video

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Jumat, 12 Juli 2019
Video

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Senin, 15 Juli 2019
Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019