Lewat Sidang IMF-Bank Dunia, Indonesia Harus Naik Kelas

Kamis, 13 September 2018, 00:51 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Christianto Wibisono/RMOL

Pelemahan nilai tukar rupiah yang diakibatkan faktor eksternal memang tidak bisa dihindari oleh bangsa ini. Akibatnya, rupiah sempat melemah hingga tembus angka Rp 15 ribu per dolar AS beberapa waktu lalu.

Pengamat ekonomi dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) Christianto Wibisono menjelaskan bahwa faktor eksternal itu hanya bisa diselesaikan jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdamai.

"Ya kalau faktor Global di luar kekuasaan kita. Kalau global itu perlu Presiden Donald Trump dan Xi Jinping,” jelasnya di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Rabu (12/9).

Namun demikian, dia berharap Indonesia bisa memanfaatkan Sidang International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) yang digelar di Bali pada 9 hingga12 Oktober mendatang.

Dalam forum itu, sambungnya, Indonesia harus punya peranan penting dalam susunan baru strategi perekonomian. Dengan demikian, Indonesia ikut naik kelas dan menjadi negara yang dipandang bisa ikut menyelesaikan krisis global.

"Bisa ikut menentukan arsitektur keuangan global ini yang jarang orang mengerti. Karena dianggapnya sidang ini cuma begini begitu. Ini ada masalah keuangan yang akan dibicarakan di situ bagaimana merombak arsitektur keuangan global," tandasnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019